Yogyakarta Terus Menjaga Budaya

Kota ini pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia pada masa perjuangan,lho! Keren! Selain itu, kota ini sering digelari sebagai “Kota Budaya” dan “Kota Pendidikan”. Penduduknya terkenal santun dan ramah. Juga, cukup bersemangat menjaga hasil budaya.
Kamu juga masih bisa menjumpai banyak tradisi budaya di sini, misalnya Grebeg Mulud. Perayaan ini sudah ada sejak dulu dan masih rutin diadakan setiap tahun di Keraton Yogyakarta. Cara perayaannya pun tak banyak berbeda. Tampak jelas sekali suasana tradisionalnya.

Yogyakarta juga terkenal sebagai “Kota Seni”. Banyak karya seni bermutu lahir di sini. Keraton Yogyakarta sendiri mewariskan banyak seni, seperti tari, dll. Jadi, jangan heran jika di Yogyakarta terdapat banyak sanggar tari. Sanggar-sanggar tari ini ada yang mengajarkan tari tradisional, dan ada juga yang mengajarkan tari kreasi baru.

Selain kesenian, Yogyakarta juga mempertahankan makanan khas, kendaraan khas, dan bangunan-bangunan penting. Makanan yang telah menjadi ciri Yogyakarta adalah gudeg. Kamu dapat dengan mudah menjumpai penjual gudeg di kota ini. Baik yang dijajakan di pinggir jalan pada pagi hari, sampai di rumah makan gudeg.

Kalo kendaraan khas yang masih dipertahankan adalah andong. Andong banyak di jumpai di seputar jalan Malioboro. Sedangkan bangunan-bangunan penting yang menjadi ciri khas Yogyakarta, misalnya tugu, dll.













Eh, pada tahun 1950-an, kota Yogyakarta pernah dijuluki sebagai “Kota Sepeda”, lo. .! Pada masa itu, orang Yogyakarta pada umumnya menggunakan sepeda untuk berpergian, selain andong dan becak. Julukan itu lalu sirna seiring makin banyaknya kendaraan bermotor di jalanan Yogyakarta.

Akhir-akhir ini, orang Yogyakarta kembali membiasakan diri bersepeda. Karena mereka ingin mengurangi polusi udara. Maka, mereka buad kegiatan sego segawe singkatan dari sepeda kanggo sekolah lan nyanbut gawe. Artinya, sepeda untuk sekolah dan bekerja.
Hmmm . . . Yogyakarta adalah kota yang menyenangkan. Bagaimana menurutmu?? Sudahkah kamu mengunjungi kota Yogyakarta? ^_^

0 Response to "Yogyakarta Terus Menjaga Budaya"

Posting Komentar